Dengan kecepatan cahaya ke Matahari: sekitar 8,3 menit
Dengan kecepatan cahaya (1.079.252.849 km/jam) dibutuhkan sekitar 8,3 menit untuk sampai ke Matahari – pada jarak rata-rata 149.600.000 km, tanpa henti dan dalam garis lurus.
Karena jaraknya terus berubah, waktu tempuh berkisar dari 8,2 menit (terdekat) hingga 8,5 menit (terjauh).
Sebagai perbandingan
Saat Anda memandang Matahari, Anda melihatnya seperti 8 menit lebih yang lalu. Jika Matahari tiba-tiba padam, kita baru menyadarinya setelah 8 menit.
Cara menghitungnya
- Jarak terdekat
- 147.100.000 km
- Jarak rata-rata
- 149.600.000 km
- Jarak terjauh
- 152.100.000 km
- Kecepatan
- 1.079.252.849 km/jam
- Rumus
- Waktu tempuh = jarak ÷ kecepatan
- Hasil
- 149.600.000 km ÷ 1.079.252.849 km/jam ≈ 8,3 menit
Asumsi: kecepatan konstan dalam garis lurus, tanpa berhenti, percepatan, atau pengereman. Pesawat antariksa sungguhan terbang melengkung dan memanfaatkan gravitasi planet.
Perlu diketahui: Matahari
Bumi mengorbit Matahari pada elips yang hampir bulat. Bumi paling dekat pada awal Januari (perihelion, sekitar 147 juta km) dan paling jauh pada awal Juli (aphelion, sekitar 152 juta km). Jarak rata-rata 149,6 juta km disebut satuan astronomi (SA) dan menjadi penggaris Tata Surya. Anda toh tak bisa mendarat: Matahari tak punya permukaan padat.
→ Lembar fakta: Matahari